Tanggamus, MTsN 1 (Humas) — Upacara bendera hari Senin, 18 Mei 2026 di MTsN 1 Tanggamus berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan semangat kebangsaan di halaman Kampus 1 madrasah.

Pada pelaksanaan upacara kali ini, petugas dari kelas VII H berhasil menjalankan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, hingga pembawa acara mampu menampilkan performa yang percaya diri dan terkoordinasi sehingga jalannya upacara berlangsung sukses tanpa hambatan berarti.

Sementara itu, bertindak sebagai pembina upacara adalah Titis Ramadhany. Dalam amanatnya, ia menyampaikan materi yang menarik dan relevan dengan kehidupan generasi saat ini, yakni tentang algoritma dan pengaruhnya terhadap pola pikir manusia.

Ia menjelaskan bahwa algoritma pada media sosial bekerja berdasarkan apa yang sering dilihat, dicari, dan disukai seseorang. Konten yang terus diperhatikan akan semakin sering muncul dan membentuk kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hal tersebut juga terjadi dalam cara kerja otak manusia.

“Otak manusia juga memiliki algoritma. Apa yang sering kita pikirkan, lihat, dan fokuskan akan memengaruhi cara kita bertindak dan menjalani hidup,” ujarnya dalam amanat upacara.

Lebih lanjut, ia menyampaikan prinsip psikologi “You are what you think” atau “kamu adalah apa yang kamu pikirkan”, yaitu bahwa realitas, tindakan, dan karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh isi pikiran, keyakinan, serta fokus mental yang dimiliki.

Ia juga mengaitkan hal tersebut dengan ajaran Islam tentang pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah ﷻ berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي

Artinya:
Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menurutnya, hadits tersebut mengajarkan bahwa seseorang harus membiasakan diri berpikir positif, optimis, dan memiliki keyakinan yang baik kepada Allah SWT. Pikiran yang baik akan melahirkan tindakan yang baik, sedangkan hal-hal yang terus dipikirkan akan membentuk karakter dan kebiasaan seseorang.

Melalui amanat tersebut, para siswa diajak untuk lebih bijak dalam memilih tontonan, pergaulan, serta hal-hal yang dikonsumsi setiap hari, baik di dunia nyata maupun di media digital. Pikiran yang dipenuhi hal positif diyakini akan melahirkan sikap dan tindakan yang positif pula.

Kegiatan upacara diakhiri dengan doa bersama dan berlangsung dengan aman, tertib, serta penuh semangat kebersamaan warga madrasah.

In/ Rjr