Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – MTs Negeri 1 Tanggamus melaksanakan kegiatan shalat dhuha bersama pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan keagamaan di lingkungan madrasah sekaligus upaya memberikan penguatan pendidikan spiritual kepada seluruh murid.

Pelaksanaan shalat dhuha tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui pembiasaan tersebut, murid diarahkan untuk memiliki kesadaran dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim serta membangun kebiasaan positif sejak berada di lingkungan pendidikan.

Pendidikan spiritual menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian murid. Kecerdasan akademik yang dimiliki perlu diimbangi dengan keimanan, ketakwaan, dan akhlak yang baik agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Melalui shalat dhuha, murid juga diajak untuk belajar membangun kedisiplinan dalam beribadah. Mereka dibiasakan meluangkan waktu untuk beribadah di tengah aktivitas belajar sehingga terbentuk kesadaran bahwa keberhasilan dalam pendidikan tidak hanya diperoleh melalui usaha akademik, tetapi juga melalui doa dan kedekatan kepada Allah Swt.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menciptakan suasana religius di lingkungan MTs Negeri 1 Tanggamus. Budaya religius yang dibangun secara konsisten diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap sikap, perilaku, serta kebiasaan murid dalam menjalani kehidupan di madrasah maupun di luar madrasah.

Kepala MTs Negeri 1 Tanggamus, H. Ramdani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan di madrasah harus mampu membangun keseimbangan antara kemampuan intelektual dan spiritual murid. Menurutnya, pembentukan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.

β€œPendidikan bukan hanya tentang bagaimana murid memperoleh ilmu, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan. Shalat dhuha merupakan salah satu ikhtiar kita untuk menanamkan nilai-nilai spiritual tersebut sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan pembiasaan keagamaan dapat dilakukan secara konsisten sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya benar-benar tertanam dalam diri murid. Dengan demikian, kegiatan ibadah tidak berhenti sebagai rutinitas di madrasah, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membangun kedekatan spiritual, shalat dhuha juga diharapkan dapat membantu murid memulai aktivitas dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih siap. Ketenangan tersebut menjadi modal penting bagi murid dalam mengikuti proses pembelajaran, berinteraksi dengan guru dan teman, serta menjalankan berbagai kegiatan madrasah.

Pembiasaan shalat dhuha menjadi salah satu bentuk nyata komitmen MTs Negeri 1 Tanggamus dalam memberikan pendidikan yang menyeluruh. Madrasah berupaya tidak hanya mencetak murid yang berprestasi dalam bidang akademik dan nonakademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan tersebut, MTs Negeri 1 Tanggamus terus memperkuat budaya madrasah yang unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia. Diharapkan pembiasaan shalat dhuha dapat menjadi bagian dari perjalanan pendidikan murid dalam membentuk generasi yang memiliki ilmu, iman, serta mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan. (Msd)