Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – Menjadi murid yang pintar merupakan harapan setiap peserta didik. Namun, kepintaran saja tidak cukup untuk mengantarkan seseorang menuju keberhasilan. Kejujuran, kedisiplinan, sikap pantang menyerah, dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi nilai penting yang harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Muhammad Iqbal, S.Pd., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera hari Senin di halaman MTsN 1 Tanggamus, Senin (26/10/2026).

Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat, diikuti seluruh warga madrasah. Pada kesempatan tersebut, kelas 8C bertugas sebagai pelaksana upacara dengan didampingi wali kelas Novia Safrina, S.Pd.

Dalam amanatnya, Muhammad Iqbal mengajak murid merenungkan kembali makna keberhasilan. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh angka atau nilai akademik, tetapi juga oleh karakter dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

β€œMari kita renungkan bersama, apakah menjadi anak yang pintar saja sudah cukup? Tentu tidak. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh angka, tetapi juga oleh kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian kita kepada orang lain,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa kejujuran harus menjadi prinsip utama dalam proses belajar. Murid tidak seharusnya hanya mengejar nilai tinggi, tetapi juga harus memastikan bahwa hasil yang diperoleh merupakan buah dari usaha sendiri dan cara yang benar.

β€œKetika kalian mendapatkan nilai yang kecil, tetapi diraih dengan cara yang baik, itu lebih baik daripada kalian memperoleh nilai tinggi, tetapi didapat dengan cara yang tidak baik. Nilai bisa diperbaiki melalui belajar dan usaha, tetapi kejujuran harus selalu dijaga,” tegasnya.

Untuk memperkuat pesannya, Muhammad Iqbal mengajak murid mengambil pelajaran dari tokoh Nobita dalam film animasi Doraemon. Di balik cerita yang menghibur, terdapat nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan keseharian murid, terutama dalam menghadapi kesulitan, membangun pertemanan, dan menentukan pilihan.

Pelajaran pertama adalah jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Nobita kerap digambarkan mengalami kesulitan dalam belajar dan menghadapi berbagai persoalan. Kisahnya menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Murid hendaknya tidak mudah putus asa ketika mendapatkan nilai yang kurang memuaskan atau mengalami kesulitan memahami pelajaran.

Pelajaran kedua adalah menjadi teman yang memiliki empati. Setiap murid mempunyai kemampuan dan kelebihan yang berbeda-beda. Karena itu, tidak sepatutnya seseorang mengejek atau merendahkan temannya yang mengalami kesulitan belajar. Sebaliknya, murid perlu saling membantu, memberikan semangat, dan menciptakan lingkungan pertemanan yang positif.

Pelajaran ketiga adalah tidak mengorbankan kejujuran demi mendapatkan sesuatu secara instan. Dalam berbagai cerita, Nobita kerap tergiur menggunakan alat ajaib milik Doraemon untuk menyelesaikan masalah dengan cepat. Namun, cara tersebut justru sering menimbulkan persoalan baru. Hal ini menjadi pengingat bahwa jalan pintas bukan selalu solusi terbaik.

Muhammad Iqbal mengingatkan bahwa proses belajar membutuhkan usaha, kesabaran, dan tanggung jawab. Mendapatkan hasil yang baik melalui kerja keras dan kejujuran jauh lebih bermakna daripada memperoleh hasil secara instan dengan cara yang tidak benar.

Di akhir amanatnya, ia mengajak seluruh murid untuk mempersiapkan diri menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang baik.

β€œDunia tidak hanya memerlukan orang yang cerdas, tetapi juga orang yang jujur dan bertanggung jawab. Karena itu, jadilah murid yang terus belajar, tidak mudah menyerah, menghargai teman, dan selalu berani melakukan hal yang benar,” pungkasnya.

Melalui amanat tersebut, murid diharapkan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mampu membangun karakter yang kuat, menghargai sesama, dan berani menghadapi tantangan. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Upacara bendera hari Senin ini menjadi salah satu sarana pembinaan karakter bagi murid MTsN 1 Tanggamus. Melalui kegiatan rutin tersebut, madrasah terus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia. (Msd)