Tanggamus, MTsN 1 (Humas) โ€“ Mengawali aktivitas pembelajaran pekan ini, MTs Negeri 1 Tanggamus melaksanakan upacara bendera pada Senin pagi dengan penuh khidmat, Senin (21/9/2026). Upacara diikuti oleh seluruh murid, dewan guru, dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tanggamus.

Upacara kali ini dilaksanakan dengan kelas IX.H sebagai petugas upacara. Para petugas menjalankan setiap rangkaian upacara dengan tertib dan penuh tanggung jawab, mulai dari persiapan barisan, pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga rangkaian lainnya.

Bertindak sebagai pembina upacara, Asih Kurniasari, M.Pd., menyampaikan amanat yang mengangkat tema semangat dan motivasi belajar sebagai modal penting bagi murid dalam mencapai tujuan dan cita-cita.

Dalam amanatnya, Asih mengajak seluruh murid untuk terus menjaga semangat dalam belajar. Menurutnya, semangat memiliki peran penting dalam menentukan sejauh mana seseorang mampu bertahan, berusaha, dan melangkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

โ€œSemangat itu ibarat bahan bakar kendaraan. Kendaraan sebagus apa pun tidak akan bisa berjalan tanpa bahan bakar. Begitu pula dengan diri kita, kemampuan dan kecerdasan akan lebih berarti jika disertai semangat untuk belajar, berusaha, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan,โ€ ujar Asih.

Selain membangun semangat belajar, Asih juga mengingatkan murid agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurutnya, ikhtiar dalam belajar perlu diiringi dengan doa dan ketawakalan kepada Allah SWT agar setiap usaha mendapatkan keberkahan.

โ€œBelajarlah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan lupa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salat, berdoa, dan memohon pertolongan-Nya harus menjadi bagian dari perjalanan kita dalam meraih cita-cita. Semangat yang kuat dan kedekatan kepada Allah akan menjadi bekal penting dalam menghadapi setiap proses kehidupan,โ€ tuturnya.

Asih juga mengajak murid untuk membiasakan diri memiliki target dalam belajar. Target tersebut dapat menjadi arah yang membantu murid mengetahui apa yang ingin dicapai serta mendorong mereka untuk lebih disiplin dalam menjalani proses pembelajaran.

Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh murid bahwa keberhasilan tidak hadir secara instan. Dibutuhkan proses, kedisiplinan, semangat, doa, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Kegiatan upacara kemudian ditutup dengan doa. Melalui amanat yang disampaikan, seluruh murid diharapkan semakin termotivasi untuk menjalani pembelajaran dengan penuh semangat, pantang menyerah, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap langkah menuju cita-cita. (Msd)