Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – Seluruh siswa kelas IX MTsN 1 Tanggamus mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak tanggal 6 hingga 16 April 2026. Pelaksanaan tes ini menjadi langkah krusial madrasah dalam menyediakan data capaian akademik murid yang terstandar dan objektif.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tidak tersedianya laporan capaian akademik individu dari penilaian terstandar dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai kerap menimbulkan persoalan, terutama terkait aspek keadilan dan objektivitas saat hasil belajar siswa dibandingkan dengan satuan pendidikan lain dalam proses seleksi lanjutan.

Kepala MTsN 1 Tanggamus, H. Ramdani, menegaskan pentingnya akurasi data penilaian bagi masa depan para siswa.

“Kami menyadari bahwa selama ini penggunaan data rapor dari masing-masing satuan pendidikan terkadang memunculkan tantangan dalam hal objektivitas. Melalui TKA ini, kami ingin memastikan adanya laporan capaian individu yang terstandar, sehingga mampu memberikan gambaran kemampuan akademik siswa secara adil, terutama saat mereka mengikuti proses seleksi di jenjang berikutnya,” ujar H. Ramdani saat memantau pelaksanaan ujian.

Pelaksanaan TKA tahun ini menitikberatkan pada dua instrumen utama yang mencakup:

  • Literasi Numerasi (Matematika): Muatan tes merujuk pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka yang meliputi elemen bilangan, aljabar, geometri, pengukuran, serta data dan peluang. Penilaian tidak hanya mengukur fakta dan konsep, tetapi juga kemampuan menerapkan prosedur matematika untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dalam konteks keseharian.
  • Literasi Membaca (Bahasa Indonesia): Siswa diuji melalui teks informasi dan teks fiksi dengan panjang teks antara 200–250 kata. Aspek yang diukur meliputi kemampuan mengidentifikasi informasi tersurat dan tersirat, hingga kemampuan mengevaluasi serta menanggapi isi teks secara kritis.

H. Ramdani menambahkan bahwa TKA kali ini dirancang untuk melihat sejauh mana siswa mampu mengintegrasikan logika matematika dalam situasi nyata, baik di lingkup personal maupun lingkungan sekitar. Begitu pula dalam Bahasa Indonesia, siswa ditantang untuk memiliki pemahaman inferensial serta kemampuan apresiasi terhadap sebuah karya tulis.

“Tes ini bukan sekadar rutinitas akhir tahun. Ini adalah upaya madrasah untuk memotret kompetensi riil siswa, mulai dari pemahaman tekstual hingga keterampilan berpikir kritis. Kami berharap hasil TKA ini menjadi rapor yang komprehensif bagi setiap siswa,” tutup H. Ramdani.

Pelaksanaan hari pertama di MTsN 1 Tanggamus terpantau berjalan tertib dengan pengawasan ketat, memastikan integritas hasil tes tetap terjaga hingga akhir periode pelaksanaan pada 16 April mendatang.

In/ Rjr